TUGAS MANDIRI 04 : E-10 NADYA SORAYA BALQIST

 Dari Keberagaman Menuju Keharmonisan: Upaya Membangun Persatuan di Komplek Green Royal, Jakarta Barat


Lokasi Observasi :

Komplek Perumahan Green Royal, Jakarta Barat


Isi Refleksi (Ringkasan) : 

(Pendahuluan)

Komplek Green Royal yang terletak di Jakarta Barat merupakan lingkungan perumahan dengan warga yang berasal dari berbagai layar belakang. Keberagaman ini menjadikan Green Royal menarik untuk diamati karena tetap mampu menjaga keharmonisan dan kerja sama antarwarga. Lokasi ini dipilih karena memiliki berbagai kegiatan bersama, seperti kerja bakti yang mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi. Melalui observasi ini, saya bertujuan untuk melihat bagaimana warga Komplek Green Royal menerapkan nilai-nilai persatuan dalam keberagaman sebagai wujud nyata intergasi nasional di lingkungan sosial

(Temuan Observasi)

Contoh positif : 

Selama satu minggu melakukan pengamatan di komplek dengan mayoritas warga keturunan Tionghoa, warga menjaga kebersihan lingkungan, seperti rutin menyapu jalan depan rumah dan tidak membuang sampah sembarangan. 

Selain itu, warga menunjukkan kedisplinan tinggi dalam menaati peraturan lingkungan, seperti jam tenang dan keamanan komplek. Suasana komplek terasa tertib, aman, dan harmonis, karena setiap orang menghormati privasi serta kebiasaan satu sama lain.

Contoh Negatif : 

terdapat beberapa hal yang dapat dianggap sebagai tantangan sosial di lingkungan komplek dengan mayoritas warga keturunan Tionghoa. Interaksi antarwarga kadang terlihat kuranh akrab, terutama antara pendatang baru dengan warga lama, karena perbedaan gaya komunikasi dan kebiasaan. Selain itu, beberapa warga cenderung menjaga jarak dalam bergaul. 

Meskipun demikian, hal-hal tersebut tidak menunjukkan sikap negatif, melainkan menjadi tantangan untuk memperkuat persatuan dan saling pengertian di tengah keberagaman budaya dalam lingkungan komplek tersebut.


(analisis)

Berdasarkan hasil observasi di Komplek Green Royal yang mayoritas warganya berasal dari etnis Tionghoa, terlihat bahwa praktik-praktik positif seperti gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan wujud nyata nilai-nilai integrasi sosial. Menurut teori integrasi nasional, persatuan bangsa dapat terwujud jika masyarakat memiliki rasa saling menghormati, toleransi, serta kesadaran untuk bekerja sama demi kepentingan bersama. Dalam konteks ini, kegiatan bersama seperti kerja bakti dan ronda malam memperkuat interaksi sosial antarwarga yang berbeda latar belakang, sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling percaya

Akar dari potensi konflik ini bisa berasal dari perbedaan sosial-ekonomigaya komunikasi, dan kebiasaan budayayang tidak selalu sama antarindividu. Misalnya, warga dengan aktivitas ekonomi tinggi mungkin memiliki waktu terbatas untuk kegiatan sosial, sehingga interaksi antarwarga berkurang. Jika tidak diatasi, hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman atau jarak emosional. Oleh karena itu, upaya memperkuat komunikasi, mengadakan kegiatan lintas warga, dan menumbuhkan sikap saling menghargai menjadi langkah penting agar nilai-nilai integrasi nasional dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan komplek tersebut.


(refleksi diri)

saya belajar bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk hidup rukun, melainkan peluang untuk saling belajar dan menghargai perbedaan. Saya menyadari bahwa sikap terbuka, peduli terhadap lingkungan, dan menghormati kebiasaan orang lain merupakan kunci terciptanya keharmonisan. Pengamatan ini juga membuat saya lebih memahami pentingnya komunikasi yang baik dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial sebagai bentuk nyata menjaga persatuan di lingkungan sekitar.


(kesimpulan)

Dari observasi di Komplek Green Royal, dapat disimpulkan bahwa keberagaman warga justru menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan keharmonisan lingkungan. Nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, dan saling menghormati menjadi wujud nyata integrasi nasional di tingkat lokal. Namun, masih diperlukan upaya untuk mempererat interaksi antarwarga agar tidak terjadi jarak sosial. Oleh karena itu, disarankan agar warga lebih sering mengadakan kegiatan bersama seperti kerja bakti, lomba lingkungan, atau perayaan hari besar nasional yang melibatkan semua lapisan masyarakat, serta membangun forum komunikasi warga untuk memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di lingkungan komplek.






Comments

Popular posts from this blog

Tugas Terstruktur 01 : E10 Nadya Soraya Balqist

Tugas Mandiri 01 : E10 Nadya Soraya Balqist

TUGAS MANDIRI 2 : E10 Nadya Soraya Balqist